INTERNET DAN DAMPAKNYA BAGI KEHIDUPAN

 Internet adalah singkatan dari Interconnected Network yang merupakan sebuah jaringan komunikasi elektronik. Internet ini mengonfrontasikan jaringan komputer dan alat komputer yang tersistematis di seluruh dunia melalui telepon atau satelit yang di dalamnya terdapat berbagai sumber informasi. Sumber informasi tersebut dapat berupa informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi seputar kesehatan; informasi tentang tempat rekreasi yang dapat dikunjungi; informasi tentang sesuatu yang bersangkutan dengan hobi; informasi tentang pengembangan pribadi; informasi tentang kerohania; dan informasi tentang kehidupan sosial. Sementara informasi untuk kehidupan professional dapat berupa sains; teknologi; perdagangan; saham; komoditas; berita bisnis; dan lainnya.

Internet bermanfaat untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, maka dari itu sudah waktunya para ahli di Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.

Ada 3 perangkat yang dibutuhkan untuk mengakses internet, diantarnya meliputi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan perangkat LAN. 1) Perangkat keras (hardware) digunakan untuk mengakses internet, tergantung jenis akses internet yang dipilih. Dalam hal ini seperti koneksi dial-up dengan menggunakan komputer untuk bisa mengakses internet. 2) Perangkat Lunak (Software) digunakan untuk mengakses internet yang meliputi sistem operasi seperti; web browser, e-mail client (mail user agent), dan instant messaging client.

Internet berawal pada tahun 1969 yang mana pada saat itu internet hanyalah sebuah jaringan komputer yang dibuat oleh ARPA. ARPA sendiri merupakan bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Proyek mereka diberi nama ARPANET yang merupakan singkatan dari Advanced Research Project Agency Network. Hasil temuan yang didapat dari proyek tersebut berupa temuan tentang bagaimana perangkat lunak (software) komputer yang berbasis UNIX dapat berpadu-padan dengan perangkat keras (hardware). Dari sanalah, para pengembangnya mulai menyadari bahwa hal tersebut dapat membantu manusia untuk berkomunikasi jarak jauh melalui saluran telepon. Padahal, pada awalnya mereka hanya akan menggunakan jaringan tersebut untuk kepentingan militer saja.

Pada tahun 1986, sistem nama domain mulai diperkenalkan kepada masyarakat, atau yang saat ini kita kenal dengan istilah DNS alias Domain Name System. DNS ini berfungsi untuk menyamakan sistem pemberian nama alamat yang ada pada jaringan komputer. Hingga kemudian pada tahun 2000-an, internet semakin berkembang dengan sangat pesat.

Yang berawal dari sebuah proyek militer, penemuan internet terus dikembangkan hingga pada akhirnya menjadi internet seperti yang kita kenal sekarang dan hingga kini, sejarah internet masih terus saja berkembang.

ISP atau Internet Service Provider merupakan ISP merupakan sebuah badan atau perusahaan yang menyediakan layanan akses internet untuk menghubungkan komputer melalui saluran komuikasi ke server ISP yang telah terhubung ke internet. Agar dapat mengakses internet dan terhubung dengan jaringan telepon melalui modem, cara yang dapat dilakukan yaitu dengan langsung mendaftar ke salah satu ISP (provider) yang terdapat di wilayah masing-masing atau skala nasional. Selain itu, ada cara lain dengan melalui pulsa telepon dan membeli paket data internet sesuai dengan tagihan yang didapat atau disebut dengan Telkomnet instan yang mana pengguna internet tidak perlu membayar dan mendaftar biaya langganan (abnomen). Saat ini koneksi internet bisa diakses di mana saja. Caranya dengan memanfatkan laptop dan modem portable atau fasilitas GPRS pada ponsel. Serta bisa juga mengakses internet pada wilayah hotspot dengan menggunakan perangkat Wi-Fi.

Dalam era digital ini, perkembangan teknologi digital tentu banyak dampak yang dirasakan, baik dampak postif maupun dampak negatifnya. Dampak positif digitalisasi bagi kehidupan ada diantaranya: a) informasi yang dibutuhkan dapat lebih cepat dan lebih mudah dalam mengaksesnya, b) tumbuhnya inovasi dalam berbagai bidang yang berorentasi pada teknologi digital yang memudahkan proses dalam pekerjaan kita, c) munculnya media massa berbasis digital, khususnya media elektronik sebagai sumber pengetahuan dan informasi masyarakat, d) meningkatnya kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, e) munculnya berbagai sumber belajar seperti perpustakaan online, media pembelajaran online,diskusi online yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, f) munculnya e-bisnis seperti toko online yang menyediakan berbagai barang kebutuhan dan memudahkan mendapatkannya. Namun di samping dampak positif yang telah disebutkan, ada pula dampak negatif dari era digital, antara lain: a) ancaman pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) karena akses data yang mudah dan menyebabkan orang plagiatis akan melakukan kecurangan, b) ancaman terjadinya pikiran pintas dimana anak-anak seperti terlatih untuk berpikir pendek dan kurang konsentrasi, c) ancaman penyalahgunaan pengetahuan untuk melakukan tindak pidana seperti menerobos sistem perbankan, dan lain-lain (menurunnya moralitas), d) tidak mengefektifkan teknologi informasi sebagai media atau sarana belajar, misalnya seperti selain men-download e-book, tetapi juga mencetaknya, tidak hanya mengunjungi perpustakaan digital, tetapi juga masih mengunjungi gedung perpustakaan, dan lain-lain.

Internet di era digital ini sangat memberi banyak perubahan dan kemudahan bagi penggunanya. Namun, harus pula disikapi dengan serius, menguasai, dan mengendalikan peran teknologi dengan baik agar era digital membawa manfaat bagi kehidupan. Pendidikan harus menjadi media utama untuk memahami, mengusai, dan memperlakukan teknologi dengan baik dan benar. Beberapa dampak negatif harus diantisipasi dan dicari solusinya untuk mengindari kerugian atau bahaya yang kemungkinan dapat terjadi di masa yang akan datang.




Daftar Pustaka:

Handout Komputer Teknologi Informasi. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132309677/pendidikan/KTI-Materi9+Internet.pdf . Diakses pada tanggal 9 September 2022.

Purnomo, Hadi. (2017). Hubungan Intensitas Akses Internet Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang. Undergraduate (S1) Thesis, University Of Muhammadiyah Malang.

Setiawan, Wawan. 2017. Era Digital dan Tantangannya. https://core.ac.uk/download/pdf/87779963.pdf. Diakses pada tanggal 10 September 2022.

Tokopedia. 2018. Mengulik Sejarah Internet di Dunia. https://www.tokopedia.com/blog/mengulik-sejarah-internet/#:~:text=Internet%20berawal%20pada%20tahun%201969,Advanced%20Research%20Project%20Agency%20Network. Diakses pada tanggal 11 September 2022.


Komentar